Di jalan rerumputan yang sering kita lewati
Kadang semerbak melati pun ikut tertawa bersama kita
Kini saat musim berganti,
semuanya berubah menjadi awan kemudian hujan
Menghapus jejak-jejak kita
Dan.....
Akhirnya kau dan aku hanyut dalam kenangan yang terbias biru
Di keesokkan paginya aku tak lagi menjumpaimu
Karena aku lihat diriku telah berubah menjadi awan di sepanjang musim,
yang kadang putih dan kadang gelap,
kadang juga ikut menangis bersama bumi yang kering dan patah hati
Sedangkan kau telah berubah menjadi pelangi,
pelangi yang selalu berwarna sepanjang masa
Mungkin inilah jawaban dari setiap pertanyaan,
dan kenyataan dari semua alasan
Kini kau dan aku sedang MENENUN EMBUN

Tidak ada komentar:
Posting Komentar